Aku Terpaksa Menikahinya (Kisah inspiratif untuk para istri dan suami)

Ku-klik - Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Semoga kisah di atas membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki.

Kesuksesan Sebagai Buah dari Kegigihan

Anti Galau - “Kesuksesan itu terkadang bukan hanya dimiliki oleh mereka yang beruntung ,namun juga dimiliki oleh orang yang tak mudah menyerah sepanjang kehidupannya”

Ada beberapa pandangan yang mengatakan bahwa untuk mampu memperoleh kesuksesan itu dibutuhkan timing atau waktu yang tepat, ada juga yang berpendapat bahwa sebuah kesuksesan itu adalah buah dari kegagalan yang sering kita alami di masa lalu itulah sebabnya kita harus sabar menanti kedatanganya sembari berusaha untuk melakukan yang terbaik, tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa kesuksesan itu juga ditentukan oleh faktor hoki atau yang sering kita sebut sebagai sebuah keberuntungan. beberapa pandangan itu tentunya tidak sepenuhnya salah karena pada kenyataannya memang ada beberapa kasus yang membuktikan keadaannya tersebut.

Di dalam beberapa literatur yang pernah saya baca mengenai kunci kesuksesan ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperoleh kesuksesan tersebut,seperti berusaha keras, siap untuk gagal, percaya atau yakin bahwa kita akan sukses dan banyak hal lainnya. setiap kunci kesuksesan tersebut mewakili metode masing-masing yang dapat digunakan untuk mendekatkan diri kita pada sebuah kesuksesan. beragamnya metode yang bisa kita gunakan untuk memperoleh kesuksesan tersebut tak lepas dari sudut pandang masing-masing tokoh pencetusnya. hanya karena metode yang digunakan berbeda bukan berarti hasil yang didapat akan berbeda pula bukan? karena menurut saya sesungguhnya setiap metode yang diciptakan oleh para motivator untuk memberikan gambaran jelas mengenai cara untuk memperoleh kesuksesan itu saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. mungkin ada satu orang yang memahami sebuah konsep untuk sukses,namun ada pula orang yang tidak memahami konsep tersebut dan malah cocok dengan konsepsi lainnya.

Apabila saya mencoba memahami inti dari kunci sukses yang dipaparkan di beberapa tempat, sampailah saya pada sebuah pemahaman yang cukup simpel dimana sebenarnya kesuksesan itu akan muncul ketika kita tak mudah menyerah dalam setiap usaha yang dilakukan. mengapa bisa demikian? karena pada dasarnya sikap kita untuk tidak mudah menyerah dalam setiap usaha itu sudah mencakup beberapa nilai-nilai yang dibutuhkan untuk bisa sukses itu tadi. contohnya yaitu berusaha yang keras untuk sukses, sudah pasti orang yang berusaha dengan keras tidak akan begitu mudahnya untuk menyerah pada tantangan yang ada sebelum dia benar-benar menyelesaikannya dengan tuntas. begitu juga dengan ketika kita siap untuk gagal yang itu artinya juga kita pasti tidak akan mudah menyerah hanya karena adanya potensi kegagalan yang sebenarnya telah kita prediksi dan persiapkan dari awal. dan nilai yang ketiga yaitu yakin bahwa kita akan sukses yang akan membuat diri kita lagi-lagi takkan mudah menyerah karena kita sudah terlanjur yakin bahwa setelah banyak kegagalan yang mungkin kita alami saat ini akan ada kesuksesan yang menanti kita di masa depan.

Jadi, bagi beberapa diantara kita yang masih merasa kesulitan untuk memahami sebuah cara untuk sukses,sebenarnya sukses itu mudah kok. cukup dengan tidak menyerah atas kegagalan dalam usaha yang kita lakukan hari ini maka sebenarnya itu sudah lebih dari cukup untuk mendekatkan diri kita pada kesuksesan yang sebenarnya memang kita butuhkan dalam hidup kita di masa depan. (ivandhana)

Sumber: ivandhana.blogspot.com

Motivator Terbaik dan Terkenal di Indonesia

Anti Galau - Motivasi adalah sebuah proses internal yang membuat seseorang bergerak menuju sebuah tujuan. Motivator artinya orang yang memberikan motivasi kepada orang lain.

Banyak sekali motivator terkenal di dunia ini. Berikut Motivator Terbaik dan Terkenal di Indonesia:

1. Diri Anda sendiri

Motivator terbaik untuk anda adalah diri Anda sendiri. Tidak ada yang dapat mengubah hidup anda selain diri anda sendiri. Kita semua terlahir sebagai seorang pemenang. Dari jutaan sel, kitalah yang terpilih untuk lahir. Motivator dari nomor 2 sampai 10 hanyalah pemacu semangat kita sementara, karena walaupun ikut seminar jutaan, tapi apabila dalam diri belum ada niat untuk berubah, sama saja nol. Anda, Saya dan kita semua adalah juara!


2. Mario Teguh

"Salam super!", Sapaan hangat dari Mario Teguh ini tentu sudah akrab di telinga kita. Melalui websitenya, Mario Teguh memberikan tips-tips sukses yang inspiratif penuh kasih. Mario Teguh juga memberikan beberapa tips membangun keluarga yang harmonis dan penuh kasih. Ia tampil dalam acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV dan kita bisa lihat cara dia membawakan sharingnya, lembut, bijaksana dan langsung mengena di dalam diri kita.




3. Andrie Wongso

Andrie Wongso adalah satu-satunya Motivator di Indonesia yang bergelarkan SDDT TBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses). Andrie Wongso juga sering dijuluki sebagai Motivator nomor 1 di Indonesia. Dalam membawakan seminarnya, ia selalu bersemangat dan berapi-api. Salam yang sering kali ia pakai adalah "Salam sukses! Luar biasa!" Tag line nya adalah "Success is my right."




4. Tung Desem Waringin

Tung Desem Waringin adalah Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia (versi Majalah Marketing) dan masuk dalam salah satu tokoh The Most Powerful People & Ideas in Business 2005 (versi Majalah SWA). Sebagai pembicara, Tung Desem Waringin telah berbicara lebih dari 100,000 orang di dunia. Salah satu kegiatan yang aktif menginspirasi khususnya bagi kalangan remaja adalah SuperTeen yang berisi strategi-strategi sukses yang sangat dahsyat akan diajarkan dalam suatu camp selama liburan sekolah yang mampu membekali anak-anak Anda dengan berbagai strategi sukses untuk mempercepat kesuksesan dalam kehidupannya.


5. Krisnamurti

Krisnamurti sering kali dijuluki sebagai Motivator Mindset, karena kemampuannya dalam memberikan sharing dapat mengubah cara pikir dan mindset seseorang. Cara membawakannya sangat halus dan sejuk sekali saat mendengarkannya, pak krisna juga biasanya melatih kita agar dapat berkonsentrasi dengan baik dan secara sadar.




6. Bong Chandra

Bong Chandra adalah penulis buku Best Seller "Unlimited Wealth" dan Motivator termuda nomor 1 di Asia. Bong Chandra kini telah membantu banyak orang dalam meraih impian melalui seminar yang diberikannya. Telah berbicara di hadapan 15.000 orang per tahun, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, CEO, pengusaha, dan lain-lain. Beliau juga membangun beberapa bisnis seperti, properti, otomotif, sekolah, distribusi, internet, refleksi, dan lain-lain.

Beliau merupakan pembicara yang memiliki kharisma, pembawaannya sangat tenang namun juga tegas dan tidak bertele-tele. Beliau juga sering memberikan humor segar sehingga membuat audience tidak mengantuk dan terus betah mendengarkan selama berjam-jam. Sekarang Bong Chandra juga mengisi acara motivasi setiap hari Senin jam 10 pagi di TV One.



7. James Gwee

James Gwee terkenal sebagai motivator bisnis yang handal. Di salah satu website berbahasa inggris, Anda akan melihat sekilas tentang perjalanan hidup James Gwee yang inspiratif. Terdapat juga artikel-artikel yang berhubungan dengan dunia bisnis seperti tips dalam pemasaran dan penjualan yang sayang untuk Anda lewatkan. Dalam menyampaikan motivasinya James Gwee, sering kali menggunakan bahasa yang sederhana perpaduan antara Indonesia-Inggris.


8. Gede Prama

Ketekunannya sebagai konsultan membuatnya pernah menjadi konsultan manajemen di perusahaan televisi RCTI, perusahaan taksi Blue Bird dll. Panggilan tugasnya sebagai pembicara publik membuatnya pernah berbicara di berbagai forum (National, International) serta diundang World Bank, Unilever Global, IBM, Microsoft, Citibank dll sebagai narasumber. Ketekunannya berkarya membuatnya sudah menghasilkan puluhan judul buku (2 dalam bahasa Inggris), ribuan artikel, pesan-pesannya menyebar melalui banyak radio, televisi, internet, dan media cetak.



9. Hermawan Kartajaya

Tidak banyak yang saya ketahui dari Hermawan Kartajaya. Namun beliau adalah sosok penting di dunia marketing Asia. Bidang beliau marketing memang melekat dalam dirinya, sehingga pelatihan atau seminarnya lebih banyak mengulas tentang strategi marketing dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan dunia marketing.





10. Christian Adrianto

Christian Adrianto bisa dibilang motivator yang sangat terinspirasi oleh Pak Tung Desem Waringin. Memegang teguh Perkataan dari Guru Besarnya Bapak Tung Desem Waringin yaitu, "Learn from the best, do the best, work with the best, pray the best, expect the best, miracle happen", Christian kemudian melanjutkan mengikuti seminar-seminar Tung Desem Waringin yang lain dengan uang pinjaman. Beliau mengambil keputusan untuk mengikuti Seminar Train for Firewalk Trainer yang berlangsung di pulau Bali yang akan mengubah dirinya menjadi serang pembicara Hebat. Sejak itulah ia menjadi motivator.


Sering kita denger musuh terbesar adalah diri kita sendiri, itu benar! Kalahkan diri anda sendiri baru kita bisa mencapai tangga yang lebih tinggi, tidak ada kata terlambat untuk berubah!

Sumber: Arham Vhy

Roda Kehidupan

Anti Galau - “Kehidupan itu selalu berputar layaknya sebuah roda, ada kalanya di hari ini kita merasakan kesedihan dan ada kalanya esok kita akan merasakan sebuah kebahagiaan dan begitu pula sebaliknya,karena itu jangan pernah menyerah pada kesulitan yang menghadang diri kita hari ini karena siapa tau sesungguhnya setelah kesedihan itu ada kebahagiaan yang siap menemani hari-hari kita di masa depan”

Jika kita berbicara tentang hidup,maka pasti tak lepas dari permasalahan yang selalu rutin datang dalam hari-hari kita dan seakan tak ada habis-habisnya. menurut saya sendiri,memang wajar bahwa masalah itu datang seakan tak ada habisnya karena kehidupan itu mau atau tidak mau harus kita akui sebagai sebuah proses. pada awalnya mungkin kita hanya seorang anak yang sibuk dengan permasalahannya sendiri namun dalam beberapa waktu ke depan nanti ada kalanya kita akan menjadi orang dewasa yang tidak hanya harus mengurusi permasalahan diri sendiri belaka namun juga mengurusi permasalahan anak kita dan juga anggota keluarga lainnya. inilah yang menyebabkan dalam hidup itu selalu ada yang namanya proses pendewasaan. semakin lama permasalahan yang datang pada diri kita tidak akan menjadi semakin mudah,namun juga akan semakin tinggi tingkat kesulitannya. itulah yang membuat diri kita nantinya menemukan kedewasaan yang sesungguhnya.

Kedewasaan yang sesungguhnya itupun tak bisa dibangun hanya bermodalkan sebuah kesedihan belaka karena kedewasaan itu dibangun diatas lika-liku kehidupan yang ada kalanya juga dihadapkan pada sebuah kebahagiaan. perpaduan antara kesedihan dan kebahagiaan itulah yang akan membuat kedewasaan diri kita terasa makin lengkap. sama hal nya dengan kedewasaan,kehidupan itu sesungguhnya juga seperti itu. kehidupan tak bisa hanya dibangun diatas sebuah kesedihan karena ada kalanya kita juga akan dihadapkan pada sebuah kebahagiaan. hanya saja terkadang kita terlalu gengsi untuk mengakuinya dan merasa lebih mudah untuk mengkritisi setiap kesulitan yang datang ketimbang mensyukurinya sebagai sebuah hal yang membantu proses pendewasaan diri kita.

Banyak orang yang merasa dalam hidupnya seakan-akan penuh dengan kesedihan dan permasalahan yang tak kunjung usai hingga akhirnya mereka menyerah pada kesulitan yang menghadang dirinya sehari-hari tersebut. hal ini membuat hari-hari mereka selanjutnya tak menjadi lebih ringan melainkan menjadi makin berat dan serasa tak ada harapan lagi. padahal tidak pernah ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. bisa jadi ketika kita menyerah pada kesulitansaat ini,kita akan kehilangan optimisme diri kita dan pada akhirnya akan menyebabkan kebahagiaan yang kita harapkan makin menjauh dari hari-hari kita di masa depan.

Jadi,selalu pelihara optimisme dalam dirimu dan jangan biarkan rasa pesimis yang ada menghilangkan seluruh optimisme yang kita miliki karena sesungguhnya ketika kita kehilangan optimisme diri itulah saat-saat dimana kita benar-benar akan kehilangan kebahagiaan yang kita harapkan

Sumber: ivandhana.blogspot.com

Inspirasi Hidup Dari Pohon Anggur


Anti Galau - Memasuki lahan penuh dengan tanaman merambat terarah sesuai desain rambatannya, mengingatkanku pada masa dua puluh tahun silam Tanaman dengan buah menggantung yang ranum dan menggugah rasa. Kebun anggur ini pernah mengingatkanku pada sebuah kenangan indah masa kecil. Saat kami dengan riang menunggu buah dilempar dari atas oleh sahabatku, Opek.

”Anto, tangkap!” Opek sudah memegang sekumpulan buah anggur yang siap diluncurkan.

”Hup, wah jatuh pek.” Anto gagal menyelamatkan semua buah yang dilemparkan Opek dari atas tangga.

Anto memang pemain bola handal di sekolah, tapi tidak sebagai penajaga gawang, karenanya dia tidak lihai menangkap.

”Sini, Pek, aku belum.” aku memohon.
”Hati-hati, ini manis loh, Dik” Opek dengan pelan melempar buah anggur yang terikat dalam satu rangkaian indah.

”Ops….sip. Aman, Pek.” Mataku berbinar karena tangkapanku tak mencederai anggur. Aku memang sering jadi penjaga gawang bila bermain bola. Tangkapanku menyelamatkan buah anggur itu dari bonyok karena terhempas ke tanah.

Setelah itu, kami menikmati anggur-anggur yang nikmat dibawah naungan dedaunan tanaman anggur di rumah sahabatku, Opek. Udara panas di luar tak kami rasakan. Siang itu menjadi kenangan indah kami. Canda dan tawa di bawah tanaman anggur adalah memori indah masa kecil kami. Siang itu hati kami serasa sangat damai.

Buah anggur inilah jembatan kenangan indah masa kecil kami. Saat itu kami sebatas hanya menikmati betapa nikmatnya buah anggur dan sangat nyamannya berteduh dibawah rindang dedaunannya.

Dua puluh tahun berlalu, kebun anggur ini terlihat berbeda dalam benakku. Terbayang dalam pikiranku bagaimana tanaman anggur ini tumbuh hingga berbuah lezat. Aku kini tahu cuaca yag panas dan jarangnya hujan di kotaku justru merupakan tempat tumbuh yang sangat cocok buat anggur. Kotaku terkenal dengan produksi anggur yang sangat lezat.

Aku mulai merenung bagaimana anggur ini tumbuh dan berkembang. Mulai dari bibit yang harus dipupuk hingga menghasilkan batang yang cukup menghasilkan cabang-cabang baru. Cabang-cabang dan tunas baru harus rela dipangkas untuk menghasilkan cabang baru yang merambat dan menghasilkan bunga. Cabang baru inilah yang akan menghasilkan buah lezat.

Anggur tidak bisa dibiarkan tumbuh sendiri secara liar. Ia perlu tempat rambatan yang terarah. Ia harus diatur dan diarahkan rambatannya agar terlihat indah dan tumbuh dengan baik. Ia perlu ditopang tubuhnya dengan bambu atau kawat agar menjadi sosok tanaman yang meneduhkan dan buahnya tampil menawan. Ia harus dibatasi pertumbuhan ranting dan daunnya. Pada masa tertentu ia harus rela dipangkas ranting dan daunnya. Ranting-ranting layu dan daun-daun kusam harus rela dipotong.

Anggur melalui proses yang tidak mudah dalam hidupnya. Ia selalu harus mengalami masa-masa yang menyakitkan. Ia melewati kondisi kekeringan dengan menggugurkan daun-daunnya. Ia tak bisa menolak bila pemilik kebun memangkas ranting dan cabangnya karena itu untuk kebaikannya. Ia tahu semua ini harus dijalani dengan lapang untuk hasil terbaik yakni sosok yang indah, teduh dan buah yang lezat. (Achmad Siddik)

Sumber: Kompasiana

Sembuh Karena Kata Maaf


Anti Galau - Seringkali banyak kasus ditemui dimana para pemimpin enggan dan berkeras hati untuk “meminta maaf” terhadap bawahan atau para mitra dan koleganya. Beberapa diantara mereka percaya bahwa “maaf” hanya akan menurunkan kewibawaan mereka dan meruntuhkan harga diri yang telah mereka jaga sekian lama. Padahal menunda “maaf” hanya akan membuat jiwa menjadi sakit dan sekarat dikemudian hari.

Seorang politikus terkenal menjadi pemimpin sebuah kota besar. Di umur yang sangat matang dirinya begitu berwibawa, janji dan programnya begitu meyakinkan dan menarik hati para warga kota tersebut. Sayangnya tahun berganti tahun, ada satu faktor ketidaksukaan warga terhadap sosok dirinya. Politikus tersebut terlalu arogan dan tinggi untuk meminta maaf jika kebijakannya dikritisi dan kinerjanya dibahas secara luas.

Hingga disuatu pagi, dirinya merasakan sakit kepala yang hebat. Sakit yang membuatnya jatuh terduduk hingga dipapah oleh seorang pengawal setianya. Pengawal yang selama ini mendampinginya kemanapun. Pengawal yang selalu mendapat tumpahan emosi, makian dan cercaan dari sang Politikus. Padahal umur sang pengawal jauh diatas dirinya, namun ke-awetan muda-nya tetap terjaga. Sakit kepala ini terus terasa hingga beberapa bulan.

Hingga dalam suatu perbincangan singkat yang sederhana, sang politikus bertanya kepada pengawal tersebut mengapa bisa terlihat muda meski usia telah menua. Bahkan mau setia terhadap dirinya. Sang pengawal pun hanya tersenyum dan sesaat berbicara pelan bahwa kunci semua itu adalah dirinya selalu memaafkan apapun hal yang menimpa dirinya dan selalu menyerahkan persoalan kepada Tuhan.

Tercengang atas perkataan itu, sang politikus pun buru-buru mengadakan sebuah pertemuan besar dengan seluruh perwakilan masyarakat dan disiarkan secara luas dan terbuka. Semua menunggu dan bertanya-tanya tentang apalagi yang akan dilakukan sang politikus. Hanya satu menit dirinya tampil di podium dan mengeluarkan seluruh penyesalan terhadap sikapnya selama ini, diakhiri dengan permintaan maaf dan menitikan air mata sebagai wujud penyesalan. Hal yang diakhiri dengan tepuk tangan dasemua perwakilan berdiri dan memberi pelukan untuknya.

Permintaan maaf yang begitu menyembuhkan. Menyembukan sakit kepala sang politikus, dan terutama sekali, menyembuhkan jiwa para masyarakatnya yang sekian lama kecewa dan sakit hati terhadap kekerasan hati dirinya.

Sukses Dan Bahagia Tergantung Pemikiran Kita

Anti Galau - Jika anda ingin sukses pelajarilah kesuksesan itu dan berpikirlah seperti orang-orang sukses

Begitu juga bila anda ingin bahagia pelajarilah kebahagiaan itu dan berpikirlah seperti orang-orang yang bahagia. Ingat, pikiran adalah hasil dari pelihanmu sendiri.

Jadi kesimpulannya pikiran kita bisa menentukan sukses atau gagal dan bahagia atau sengsara.

Sukses dan bahagia adalah relative ada orang yang sukses di dalam segi materi tapi ia tidak sukses mendapatkan kebahagiaan, begitu pula ada orang yang sukses di dalam mendapatkan kebahagiaan walaupun kesuksesan materi tidak ia dapat. Tapi jika kita mau berpikir kedua-duanya bisa didapat maka pikiran kita harus bisa mengarah kepada kesuksesan dan kebahagiaan bila itu pikiran yang di inginkan kelak.

Contoh saja ada atlit yang sudah memiliki nama dan sudah menjadi langganan juara dibidangnya, namun pada suatu hari di lain pertandingan dalam sebuah turnamen ia di kalahkan oleh pendatang baru yang masih muda dan lebih agresif dari padanya yang sudah bisa dibilang layak pensiun didunia olahraga.

Masyarakat dan penggemar dunianya juga mewajari kekalahannya, bahkan dirinya sendiri merasa sudah tidak mampu lagi untuk bisa berpikir dalam keyakinan untuk menang, beda ketika ia masih muda. Bisa dibilang ia sudah kalah sebelum bertanding sebab merasa pesimis untuk bisa mengalahkan lawannya.

Setelah kalah dan banyak menyarankan untuk pensiun, dari sana-sini. Ia pun berpikir sendiri untuk memikirkan kembali, mengolah kembali apa yang disarankan oleh semua orang. Dalam pikiran dia pun negative usia sudah uzur, kelemahan fisik dan pesimis. Dan itu adalah hasil dari pemikiran sebelum ia kalah.

Kini ia bangkit dengan pemikiran yang baru untuk menang, yakni dengan latihan keras dan konsisten memupuk kembali pemikiran yang negative menjadi lebih positif lagi untuk hasil yang positive dengan menggembleng kembali latihannya dengan porsi standarisasi dari fisik, psikis dan tekniknya semua ia jalani untuk mencapai hasil yang baik.

Dan hasilnya tidak mengecewakan ia berhasil mencapai gelar juara. Kisah di atas bukan berarti orang tua tidak akan kalah dengan usianya, menurut saya ini lebih kepada sebuah motivasi pikiran kita baik kita dalam keadaan senang atau susah kaya atau miskin. Dan kembali kepada pemikiran kita untuk bisa menangkap apa mau kita besak dan apa yang akan kita kerjakan dengan pemikiran itu apakah akan terus di perjuangkan atau dilenyapkan.

Dan semua jawaban dari pemikiran itu ada ditangan anda, dan usaha anda untuk merealisasikannya.

Mari kita mulai berpikir positif dan berpikirlah untuk sukses dan bahagia!

Sumber: Genksukasuka

Kisah Inspirasi dari Seorang Jim Carrey

Anti Galau - Before I do anything, I think, well what hasn’t been seen. Sometimes, that turns out to be something ghastly and not fit for society. And sometimes that inspiration becomes something that’s really worthwhile.

Jim carrey dilahirkan di keluarga yang ‘kurang beruntung’. Ayahnya seorang pemain saksofon. Ayahnya memiliki cita-cita untuk menjadi artis bersama band yang ia rintis bersama teman-temannya.

Sayangnya, ayah jim carrey harus menghapus cita-citanya karena dia menghadapi keadaan ekonomi yang buruk, sehingga dia menjadi seorang akuntan.

Ibu dari Jim carrey adalah gadis yang menarik dan penuh kasih sebelum ia menderita penyakit hipokondria (depresi jiwa yang terjadi karena imajinasi semata). Setiap hari Jim melakukan gerakan-gerakan yang lucu untuk menghibur ibunya dan membuatnya tertawa. Namun jim tidak melakukannya di sekolah karena dia terkenal sebagai seorang pemalu.

Suatu hari Jim merenung, ia berpikir bahwa apa yang dia lakukan untuk ibunya bisa dijadikan alat untuk menarik perhatian teman-temannya di sekolah. Benar saja saat istirahat sekolah Jim mulai mempraktekan apa yang biasa dilakukna di depan ibunya dan teman-temannya terhibur.

Karena kebiasaanya melucu dan membuat kelasnya tertawa, gurunya sampai memberikan jatah istirahat 15 menit lebih awal untuknya asalkan ia mau menjaga ketenangan kelas saat pelajaran berlangsung.

Ayah jim tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya sebagai akuntan dan membuat kondisi ekonomi keluarga Jim semakin berat. Mereka mau tidak mau menjual barang-barang yang mereka miliki. Rumah tinggal pun ikut dijual. Jim harus berhenti sekolah di usia yang baru 16 tahun.

Jim sekeluarga berangkat ke Toronto. Di sana, ayah jim bekerja serabutan. Mereka tinggal di dalam mobil Van yang mereka miliki!! Akhirnya Jim mendapat kesempatan untuk bekerja di salah satu klub komedi.
Jim bukannya mendapat pujian, ia mendapat cemoohan!! Namun Jim belajar ilmu baru dari kejadian tersebut. Jim belajar bahwa orang-orang di sana menyukai gaya jim yang menirukan orang lain seperti pejabat, artis, dll. Jim menggunakan ilmu yang ia pelajari untuk terus berkeliling dari satu klub ke klub lainnya.

Jim sadar akan bakat dan potensi yang ia miliki, lalu ia pindah ke Los Angles. Ia mulai mencari klub disana dan menawarkan diri untuk bekerja disana sebagai komedian. Ia mulai bekerja dan mendapat penghasilan sebesar $1000/bulan yang ia gunakan untuk membayar penginapan tempat dimana ia tinggal.
Satu kali Rodney Dagerfield menyaksikan aksi Jim. Jim ditawari untuk penampilan rutin dengan bayaran yang lebih tinggi. Hidupnya pun mulai berubah. Sampai pada satu hari jim mulai merenung kembali tentang apa yang ia jalani selama ini. Ia sadar betul bahwa aksi andalannya adalah menirukan gaya orang lain. Dia tidak menjadi dirinya sendiri!!

Ia mulai melakukan komedi dengan gayanya sendiri. Lalu Rodnye berkata pada Jim “mereka menganggapmu aneh Jim”. Kontrak kerjanya diputus dan Jim mulai mencari pekerjaan kembali. ia berkeliling kota untuk menemukan pekerjaan. Akhirnya Jim mendapatkan peran kecil disebuah komedi berjudul “The Duct Factory” pada usia 22 tahun.

Sampai Jim usia 25 tahun tidak ada perubahan apapun dalam hidupnya. Saat jim berusia 26 tahun Jim diberi peran oleh Damon Wayans di sebiah sketsa komedi yang berjudul “Living Color”. Melihat penampilannya disana Jim ditawari untuk mengisi peran di sebuah film baru yaitu Ace ventura. Jim menolak karena tidak sesuai dengan keinginannya untuk menampilkan ciri khas komedi Jim.

Selang beberapa tahun, Jim menerima tawaran menjadi Ace Ventura. Ia bebas memodifikasi naskah film untuk disesuaikan dengan karakternya. Empat bulan waktu yang dihabiskan oleh Jim untuk memodifikasi naskah film. Jim menerima bayaran sebesar $12juta dan produser film sudah pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Jim.

Setelah diproduksi Ace Ventura menjadi film HITS uang menhasilkan lebih dari $70jt (sangat tinggi untuk ukuran film komedi saat itu), Itulah awalnya, di usia 34 tahun, Jim carrey mulai menjadi salah satu ‘bintang’ seperti yang ia cita-citakan sebelumnya.

Jangan takut untuk bermimpi besar!! jangan takun untuk memulainya dari nol!!
Karena semua hal besar, berawal dari mimpi yang besar!!
Dan tidak semua hal besar diawali dari apa yang besar, semuanya itu berawal dari hal kecil yang terus dikembangkan menjadi besar dan menjadi sangat besar, karena sebuah keteguhan dalam usaha pencapaiannya.

Sumber: lagugeol

Semua Terjadi Karena Satu Alasan


Ku-klik - Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center .

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan , percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih orang lain yaitu Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku?

Bagian diriku yang mana yang kurang?Mengapa aku diperlakukan kejam ?

Aku berpaling pada ayahku. Katanya: “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku: “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang….

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara:

  1. Apabila Tuhan mengatakan YA. Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta.
  2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang lain yang lebih sesuai untuk kita.
  3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendakNYA.

Sumber: Emotivasi